terlalu posesif
foto shimmykotu

Ini Akibatnya Terlalu Posesif Sama Pacar

Saling percaya dalam hubungan pacaran memang penting dipertahankan. Apalagi, kalau kamu menjalani hubungan jarak jauh alias LDR. Jelas harus saling percaya, dan nggak bisa terlalu posesif juga. Kadang, sikap posesif dibutuhkan di waktu-waktu tertentu. Tapi, sikap ini nggak boleh diteruskan. Apalagi kalau sampe disebut terlalu. Yang namanya terlalu, mau terlalu posesif atau terlalu sayang sebenarnya juga nggak baik buat hubungan kamu.

Sebenarnya posesif itu juga bukti cinta dia sama kamu. Tapi, kalau sampe berubah jadi terlalu posesif justru bisa menimbulkan hal-hal nggak baik dalam hubungan dengan pacar. Soalnya, efeknya nggak hanya dalam jangka pendek, tapi juga bisa jangka panjang. Nah, biar nggak penasaran, begini efeknya kalau kamu terlalu posesif sama pacar.

Merasa terkekang yang jelas nggak nyaman
Mulai dari nggak boleh pergi dengan si ini dan si itu, sampai nggak boleh ke sini dan ke sana. Terlalu sering melarang pacar pasti akan membuatnya merasa terkekang. Padahal, dia benar-benar ingin pergi dan butuh ditemani karena nggak tau di mana tempatnya. Duh, jadi kzl, lan?

Kemudian terganggu
Di mana, dengan siapa, dan sedang berbuat apa memang pertanyaan yang wajar ditanyakan. Tapi, kalau kamu bertanya setiap 5 menit sekali, rasanya pasti mengganggu, kan? Apalagi, kalau pacar sedang serius menyimak pelajaran di kelas. Terus, kamunya marah-marah segala lagi karena pesannya nggak dibalas. Hih, ganggu abis!

Dan jadi sering berantem
Pacar merasa terganggu, padahal sebenarnya kamu hanya ingin tau. Jadi deh kalian berdua berantem terus. Sekali, dua kali, begitu terus sampai nanti lebaran haji. Kamunya posesif dan nggak mau mengerti, si pacar kesalnya lagi dan lagi.

Ditambah sering bohong
Terlalu sering dilarang pergi, harus wajib lapor setiap 5 menit sekali, lama-lama pasti jadi stres sendiri. Nah, kalau udah stres, lelah berantem terus, bukan nggak mungkin si pacar jadi sering bohongin kamu. Bilangnya udah sampai di rumah, padahal masih asik nongkrong di kafe kekinian dengan teman-teman.

Akhirnya cari yang lain
Dari awalnya bohong pergi ke mana dengan siapa, bukan nggak mungkin akhirnya dia bohong juga soal perasaannya. Gara-gara terlalu posesif, si pacar lama-lama lelah juga dan nggak tahan dengan sikap kamu yang itu. Ya, nggak bisa disalahkan kalau tiba-tiba dia mencari tambatan hati yang jauh lebih pengertian alias selingkuh.

Nah, nggak mau berakhir seperti itu? Makanya, jangan terlalu posesif sama pacar. Ya, mengerti sih kalau sebenarnya kamu posesif karena khawatir dengan pacar tapi nggak bisa berada di sampingnya. Tapi, bukan berarti kamu jadi mengorbankan kebebasannya juga, kan? (mns)

 

About admin

Selain publikasi, tim Gregetan juga menyediakan online & digital campaign, layanan content, content creation, content partnership, native ads dan social media consulting. Info lebih lanjut hubungi redaksi@gregetan.com