Tag Archives: Dwitasari

Posesif dan Caraku Mencintaimu

foto stepbystep

  Aku tahu bahwa mungkin kautidak pernah suka diperlakukan seperti anak kecil, seperti tahanan kota yang dijejeri banyak pertanyaan hanya karena melangkah ke suatu tempat. Aku tahu mungkin kau muak dengan caraku yang tak bisa disaring oleh logikamu, ketika pria-pria lainnya bebas berpergian kemanapun, tapi aku selalu menahanmu untuk melangkah ke tempat manapun, hanya karena aku tak bersamamu saat kauingin ...

Read More »

Jangan Mengolok-olok Pacar Saya!

foto psycoshare

  “Berusaha MENERIMA, berusaha MELENGKAPI. Itulah CINTA.” Aku membiarkan tubuhku basah oleh hujan senja. Berlari-lari kecil sambil tertawa riang menuju rumahku. Dengan langkah santai aku memasuki rumah, kembali kubiarkan kepalaku menoleh ke belakang, pemandangan sederhana yang keindahnnya relatif dimata banyak orang. “Hanya orang-orang tertentu yang bisa mendengar nyanyian rindu yang dimainkan begitu saja oleh hujan.” Ucapku lirih dalam hati. Di ...

Read More »

Beri Aku Waktu, Tuhan

doa

  “Aku lelah menjadi seseorang yang bukan diriku sendiri. Aku lelah menjadi seseorang yang bahkan tak kukenali sama sekali.” Aku hanya bisa mematung seusai mendengar vonis dokter yang saat ini masih tak kupercayai realitanya. Aku hanya bisa mematung dan berpikir, aku mencoba menyelami labirin-labiran dalam otakku yang semakin rumit dan tak kumengerti. Aku mencoba mengungatkan langkahku dan menegakan ketegaran hatiku. ...

Read More »

Baper Gara-gara Meme Raksasa Dari Jogja

Dwitasari dan pemain film Raksasa Dari Jogja

  Setelah teaser ditayangkan di youtube beberapa yang waktu lalu, film Raksasa Dari Jogja akhirnya mulai tayang di bioskop akhir Maret 2015 ini. Kota Solo jadi salah satu kota yang dapat kehormatan jadi tempat penayangan perdana. Begitu juga Jogjakarta yang menjadi ikon dalam film romantis ini. Film yang diangkat dari novel berjudul sama karya Dwitasari ini sudah lama ditunggu-tunggu, terutama ...

Read More »

Kadang, Kisah Cinta Tak Hanya Milik Dua Orang

pasangan

  “Mencintai jadi begitu menakutkan jika kamu adalah pihak ketiga, penghancur segalanya” Aku bahkan tak mengerti bagaimana statusku dengan dia. Dia dengan istrinya dan aku juga bersamanya. Aku tak peduli bagaimana mempersepsikan statusku, sebagai simpanan atau bahkan sebagai penghancur hubungan orang, tapi toh tidak separah itu. Aku tak menuntut banyak hal darinya, kami saling mencintai dan pentingkah status? Aku rasa ...

Read More »

Satu-satunya

ilustrasi film AADC 2

  “Aku hanya memiliki dia.” ucap Pengkhianat santai. “Dia satu-satunya yang kupunya.” Cinta terdiam dan sesekali menghela napas. “Perempuan jalang!” “Apa salahku?” keluh Pengkhianat dengan wajah tak berdosa. “Kamu menyakitinya tolol!” Cinta membentak dengan kasar, ia tak mampu lagi menahan emosinya. “Aku menyakitinya?” ulang Pengkhianat dengan wajah seakan-akan tak melakukan kesalahan. “Dia masih milikku kan?” “Hatinya memang milikmu, tapi bukan ...

Read More »

Kita di Angkot Ya?

angkot

  Pria itu melirik ke arahku, semakin nakal dan semakin menggemaskan. Aku bisa menangkap bening matanya walau dalam keremangan. Ia sedang merangkul seorang wanita dengan sangat rapat, namun ia juga menatapku. Sesekali mengulum bibirnya, seperti ada kata-kata yang ingin meloncat dari mulutnya. Aku juga menatapnya, tapi tatapanku tak seliar pria itu. Aku berusaha lebih lembut, lebih menyentuh, walaupun aku juga ...

Read More »

Kita (mungkin) Belum Benar-Benar Putus

foto pixabay

  Aku takut kehilangan seseorang Yang tak lagi kumiliki, KAMU – Dwitasari Mungkin, dulu aku tak benar-benar mencintaimu, ketika jantungmu berdetak lebih cepat saat bertemu denganku, aku tak merasakan jantungku berdetak dengan hebat ketika bersamamu. Perkenalan kita begitu singkat, pertemuan kita cukup beberapa saat, lalu kaukatakan cinta, lalu ka tunjukkan rasa, lalu kaubahagia dengan cinta “instan” yang kita lalui berdua. ...

Read More »

Aku Bukan Pilihan

Foto paxibay

  “Kenapa kamu berubah?” tanyaku perlahan, masih menahan langkahnya. “Aku tidak pernah berubah, kamu yang berubah! Egois!” Jawabnya begitu saja, ringan. Seakan-akan dia tak menggunakan otaknya untuk memikirkan ucapannya. “Kamu tahu kan kalau aku sayang sama kamu?” Aku masih terus bertanya, aku ingin kepastian. “Masa bodoh! Kamu sayang sama aku? Aku enggak peduli! Aku bosan dengan tingkahmu yang terlalu berlebihan ...

Read More »

Tipuan

Foto pizna

  “Jangan anggap ini tipuan ataupun permainan, ini sungguhan, Sayang!” Aku tersenyum geli, berusaha mencerna kata-katanya dengan baik dan benar. “Iya, Sayang, aku selalu percaya apa yang kamu katakan.” “Bim Salabim, hilanglah permen dari tanganku!” ia mengucapkan mantra, “Sayang, kamu tiup tangan aku sekarang. Lihat apa yang terjadi.” Napasku mengembuskan udara di tangan kanannya dan permen yang sejak tadi ia ...

Read More »