Tag Archives: Cerpen

Permulaanku Dengan Waktu

waktu

  “Bila kau bertemu dengan kegelapan, sampaikan pesanku padanya. Aku takkan pernah lari dari takdir. Aku akan tetap disini, menanti matahari tiba, atau kegelapan boleh menemuiku duluan.” Mungkin, Waktu adalah teman paling setia bagi manusia. Tak ada hambatan untuk saling berbagi cerita kehidupan. Waktu tak akan lari kemana-mana, dia akan selalu ada untuk memberitahuku kapan hujan akan turun. Lantas, apa ...

Read More »

Kalau Begini Akhirnya

Foto ilustrasi (dok. annisa rohmah | Duta Wisata Indonesia 2014)

  Aku terguncang-guncang di dalam kantong plastik. Langkah lelaki yang menentengku, setengah berlari. Dalam kondisi seperti ini, aku berusaha berpikir dengan jernih. Lelaki ini pasti sedang terburu-buru. Tadi ia begitu saja muncul di hadapanku. Aku diraihnya dalam satu gerakan cepat. Ia seolah tidak ingin memberi kesempatan kepadaku untuk kaget barang sejenak. Hey, tentu saja aku kaget! Bisa nggak sih mengambilku ...

Read More »

Mengingat untuk Melupakan

Thinking

  Di pengujung musim hujan, aku sempat disimpulkan oleh mama sebagai anak remaja berumur 16 tahun paling tidak punya teman sedunia. Dan beberapa orang mencapku sebagai makhluk Anti-Sosial. Aku menolak cap tersebut dan mama meminta pembuktian untuk membuktikan bahwa aku bukan golongan remaja anti-sosial. Dan karena mama merasa aku sungguh-sungguh ingin membuktikan padahal tidak, ia mendaftarkanku di jajaran Relawan Tamasya ...

Read More »